Maaf, Motor-motor Yamaha R Series Hanya Bisa Diservis di Bengkel-bengkel Ini

Jakarta - Teknologi injeksi motor kini semakin canggih, salah nyervis, motor malah bisa tambah parah. Karena itu lah, Yamaha menyiapkan bengkel-bengkel khusus untuk merawat motor-motor R Series, seperti R15, R25, R6, R1 dan motor-motor gede Yamaha lainnya seperti TMAX dan VMAX.

"Cari bengkel yang ada logo R Series-nya," ujar Kepala Mekanik Yamaha DDS Cempaka Putih Abdul Azis Muslim sambil menunjuk bendera R Series, seperti terlihat di foto atas.


Di bengkel tersebut biasanya sudah memiliki Yamaha Diagnostic Tools lengkap dengan perangkat lunak (software data logger). Tinggal dicolokkan ke ECU motor.


Dia menuturkan bengkel berjalan Yamaha CBU Mobile Service yang datang ke kantor detikcom hari ini, juga bisa memeriksa motor-motor R Series.



Redaksi: redaksi[at]detikoto.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com


readmore »»  

Touring Road Warriors 2014 Siap Digelar

Kamis, 13/11/2014 18:18

Teknologi injeksi motor kini semakin canggih, salah nyervis, motor malah bisa tambah parah. Karena itu lah, Yamaha menyiapkan bengkel-bengkel khusus untuk merawat motor-motor R Series, seperti R15, R25, R6, R1 dan motor-motor gede Yamaha lainnya seperti TMAX dan VMAX.



readmore »»  

Mobil-mobil dengan Odometer Ratusan Ribu Km

Jakarta - Memiliki mobil yang dikendarai sampai ratusan ribu kilometer pastinya menyenangkan dan seru. Itu tandanya pula si pemilik setia dan betah mengendarai.

Berikut beberapa foto odometer yang dikirimkan pembaca detikOto, ada yang sudah melampaui jarak bumi ke bulan ternyata!



readmore »»  

Tips Mengemudi Sambil Membawa Beban Berlebih

Jakarta - Mengemudi sambil membawa beban yang berlebih adalah hal yang tak dapat dihindarkan, terutama ketika akan pergi berlibur atau pulang kampung.

Selain jumlah penumpang yang maksimal memenuhi kapasitas kendaraan, barang-barang bawaan juga turut menambah beban terhadap mobil.


Secanggih apa pun mobil Anda, jika membawa beban yang berlebih tetap saja akan berpengaruh terhadap performa kendaraan Anda.


Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda ketahui ketika mengemudi membawa beban berlebih serta bagaimana cara mengatasinya.



readmore »»  

Bagaimana Performa Subaru XV STI?

Jakarta - Produsen mobil asal Jepang, Subaru, mengeluarkan SUV terbarunya yaitu Subaru XV-STI. Mobil SUV Crosover bertenaga 2.000 CC dibanderol dengan harga sekitar Rp 390 juta di Indonesia. Bagaimana dengan performanya?

Awal pekan ini di Langkee Street, Singapura, detikOto berkesempatan menjajal SUV asal Jepang tersebut. SUV yang dites ialah Subaru XV STI 1.6 sedangkan yang akan dijual ialah Subaru XV STI 2.0


Mobil SUV untuk keluarga ini memiliki kenyamanan yang baik bagi pengemudi karena dilengkapi dengan teknologi All Wheel Drive yang merupakan teknologi andalan Subaru.


Mobil ini juga menawarkan berbagai fitur modern di kelasnya. Mulai dari auto start stop, vehicle dynamics control system, GPS dan sensor kamera parkir.



readmore »»  

Tips Membawa Hewan Peliharaan Agar Dapat Berkendara dengan Nyaman

Jakarta - Hewan peliharaan bisa dikatakan adalah sahabat Anda ketika berada di rumah. Karena itu, tak jarang Anda membawa hewan peliharaan berjalan-jalan di sekitar rumah atau di area lain yang cukup jauh dari rumah.

Untuk membawa hewan peliharaan berjalan-jalan di tempat lain, salah satu cara membawanya tentu dengan menggunakan mobil.


Jika Anda ingin membawa hewan peliharaan berkendara dan Anda mengemudi sendiri, tak ada salahnya Anda mengikuti tujuh tips berikut ini agar berkendara tetap lebih aman sambil membawa hewan peliharaan.



readmore »»  

Aman Mana, Campur-mencampur Bahan Bakar Atau Pakai Aditif?

Jakarta - Saat ini banyak cara yang dilakukan oleh pengendara kendaraan baik roda 2 atau pun roda 4 untuk mendapatkan bahan bakar yang bagus tapi dengan harga yang lebih murah. Ada yang campur-mencampur bahan bakar, ada juga yang menggunakan zat atau cairan aditif.

Dari kedua cara itu, sebenarnya lebih aman mencampur bahan bakar atau menggunakan cairan aditif?


"Bukan menjelek-jelekkan cairan aditif, tapi lebih baik mencampur bahan bakar dengan bahan bakar ketimbang menggunakan cairan aditif," saran GM Technical Service PT Toyota-Astra Motor (TAM) Dadi Hendriadi saat dihubungi detikOto.


Bukan sembarang memberikan saran, Dadi pun menuturkan alasannya. Menurutnya, cairan aditif itu memiliki kandungan zat kimia. Sehingga zat kimia yang ada di aditif itu belum tentu cocok dengan bahan bakar (bensin).


"Pernah ada kasus orang yang sering pakai aditif itu ternyata mengendap di injektor. Sehingga menyumbat injektor karena campuran ada semacam endapan," katanya.


Dadi melanjutkan, kebanyakan aditif-aditif itu melakukan pengembangan atau pengujiannya di luar negeri. Pengujiannya itu menggunakan bahan bakar yang ada di luar negeri. Kualitas bahan bakar setiap negara juga berbeda-beda, apalagi di Indonesia.


"Terkadang aditif yang di-develop dari luar negeri itu tidak cocok dengan kondisi bahan bakar di Indonesia. Sebab hasil develop-nya itu menggunakan bahan bakar di luar negeri, tahu sendiri kualitas bahan bakar disini (Indonesia) berbeda dengan yang di luar negeri," tuturnya.



readmore »»