Ini Cara Menerobos Banjir Menggunakan Toyota Avanza

Jakarta - Para pengguna Toyota Avanza bertanya-tanya bagaimana caranya menerobos genangan air atau banjir ketika di jalanan? Dengan ground clearance yang cukup tinggi yakni 200 mm ternyata sangatlah mudah bagi Avanza menerobos banjir setinggi 60 cm.

Manager Technical Support PT Toyota-Astra Motor (TAM) Sutrimono mengatakan meski memiliki ground clearance tinggi tapi tetap ada cara-cara tersendiri untuk menerobos banjir.


"Harusnya melewati banjir itu kita tidak boleh tergesa-gesa atau ngebut-ngebut. Kalau seperti itu air tetap bisa masuk kedalam intake, yang nantinya bisa merusak mesin," kata Sutrimono di sela-sela acara Coaching Clinic 10 Tahun Avanza bersama detikOto, Minggu (15/12/2013).


Lanjutnya, karena kalau tergesa-gesa atau ngebut itu akan membuat genangan air itu seperti ombak yang berayun menjadi lebih tinggi dari kedalam sebelumnya.


"Kalau airnya sudah seperti ombak itu yang bisa masuk kedalam mobil dan masuk intake dan usahakan kalau lagi seperti itu jangan dibelakang truk karena mereka pasti akan kencang dan imbasnya ke mobil kita," katanya.


"Kalau kita banjir ikuti mobil-mobil sejenis, kalau di depannya ada truk sebisa mungkin dihindari karena truk tinggi dibanding mobil biasa. Itu trik sederhana dari saya," tuntasnya.



readmore »»  

Ini yang Harus Diperhatikan Sebelum Menyetir Mobil

Jakarta - Sebelum menyetir mobil, banyak yang harus diperhatikan agar bisa berkendara dengan aman dan nyaman. Lalu hal-hal apa saja yang harus diperhatikan sebelum memulai mengemudikan kendaraan?

Pebalap dari Toyota Team Indonesia (TTI) Alinka Hardianti menjelaskan beberapa hal yang harus dilakukan seseorang sebelum memulai mengemudikan kendaraan.


Menurut dara manis ini, hal pertama yang harus diperhatikan itu diri sendiri sendiri. Pengemudi harus sehat dari jasmani dan rohani.


"Kalau orang capek itu bisa mempengaruhi otaknya jadi mengemudi tidak akan konsen kalau di antara jasmani dan rohami ada yang bermasalah," kata Alinka di sela-sela acara Coaching Clinic 10 Tahun Avanza bersama detikOto, Minggu (15/12/2013).


Selain itu, hal lainnya seperti mengecek kondisi ban. Cobalah cek atau melihat ban, dari depan mobil, disiru lihat lekukan ban kalau melekuk kurang angin dan kalau tidak itu normal.


"Tapi adanya baiknya Anda selalu mengecek tekanan aingin," ujarnya.


Hal lainnya, carilah posisi berkendara yang nyaman bagi Anda. Hal itu agar pengemudi bisa mengantisipasi terjadinya kecelakaan. Seperti jarak setir dan kaki dengan pedal gas, rem dan kopling.


"Saya ingatkan kalau menginjak pedal rem dan gas itu pakai kaki kanan saja. Kalau pakai kaki kiri tidak aman," katanya lagi.


Dijelaskan Alinka, posisi yang nyaman dan aman itu harus mencapai kopling yang paling dalam. Posisi setir harus berada di angka jam 12.


"Kenapa harus tangan kita diantara jam 12? Itu karena kalau kecelakaan jangkauan tangan kita paling terjauh. Kenapa tangan tidak terlalu dekat? Akan menggangu saat bermanuver lagi, kalau stir terlalu belok, kita akan susah bermanuver karena tetlalu ribet," ujarnya.


Untuk jarak dari dada sama stir itu ada baiknya, lanjut Alinka berjarak sekitar 40 cm, kemudian simpan tangan di setir dengan posisi di jam 12.


Setelah itu, Anda juga harus mengatur spionnya. Kalau bisa 30 persen dari spion gambar mobil Anda sendiri dan sisanya jalanan.


"Itu menghindari blind spot dimana ketika kita akan menyalip bisa melihat mobil di samping kiri dan kanan. Kebanyakan kan ketika mau menyalip ke kanan, tiba-tiba diklakson mobil yang ada di samping Anda, itu namanya mobil lainnya ada di daerah blind spot kita," pungkasnya.



readmore »»  

Alinka: Lampu Hazard Hanya untuk Kondisi Darurat

Jakarta - Ketika hujan deras mengguyur, kelakuan yang paling sering dilakukan adalah menyalakan lampu hazard. Ternyata itu adalah kelakuan yang salah kaprah!

Pebalap muda dari Toyota Team Indonesia Alinka Hardianti mengatakan kalau lampu hazard hanya digunakan untuk keadaan darurat.


"Itu hanya untuk darurat. Kalau hujan kan bukan darurat. Makanya jangan pakai hazard," ujarnya dalam coaching clinic Avanza 10 Tahun di Kopitiam, kawasan SCBD, Jakarta, Minggu (15/12/2013).


Dia lalu menyarankan kalau memang kita ingin pengendara lain aware dengan mobil kita saat kondisi hujan, maka nyalakan saja lampu utama.


"Mudah kan, tapi jangan pakai hazard karena hazard hanya untuk darurat," tegasnya.



readmore »»  

BBM Apa yang Tepat Buat Avanza?

Jakarta - Banyak Otolovers yang bingung apa Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tepat untuk mobilnya. Nah untuk Avanza BBM apa yang disarankan Toyota?

Manager Technical Support PT Toyota-Astra Motor Sutrimono menuturkan Toyota sudah mendesain Avanza dengan mesin yang memerlukan bahan bakar dengan nilai oktan 90.


"Saya gambarkan gini aja, kalau kita pakai premium berarti nilai oktannya lebihrendah, ketahanannya lebih rendah, sehingga kalau kita kompresi, bahan bakarnya sudah terbakar. Jadi tidak efektif, efeknya ke performance, pakai Premium bisa saja, tapi performance tidak sesuai," ujar Mono dalam Coaching Clinic Avanza 10 Tahun di Kopitiam Tan, kawasan SCBD, Jakarta, Minggu (15/12/2013).


Menurut Mono, bahan bakar dengan oktan 90 seperti Pertamax sudah pas dengan Avanza.


"Kalau pertamax sudah pas, pakai 95 kemahalan, dan gak perlu lah apalagi kalau bahan bakar mobil Avtur lah, kan sudah 100," ujarnya.


Jadi tidak bingung lagi kan?



readmore »»  

Avanza, Bisa Menerjang Banjir 60 cm dan Memiliki Sasis ala Mobil Super

Jakarta - Saat ini penjualan Toyota Avanza sudah mencapai 1,2 juta unit. Mobil ini memang dijuliki banyak orang sebagai mobil sejuta umat. Lalu apa saja keunggulan dari Toyota Avanza ini sehingga digemari oleh masyarakat Indonesia?

Manager Technical Support PT Toyota-Astra Motor (TAM) Sutrimono mengatakan kalau Avanza ini banyak memiliki keunggulan yang memang menguntungkan masyarakat Indonesia.


Keunggulan pertama yakni soal ground clearance yang cukup tinggi dibanding MPV lainnya sehingga bisa melibas atau menerjang genangan air setinggi 60 cm.


Selain itu, Avanza juta memiliki turning radius yang baik sehingga radius putarnya tidak besar atau kecil. Avanza juga dibekali dengan sasi monokok sehingga lebih kuat dibanding sasis lainnya.


Sutrimono juga mengatakan kalau Avanza ini juga perpenggerak roda belakang sehingga mampu mengagkut beban yang berat dan mampu menanjak yang lebih baik.


"Sasis Avanza itu monokok yang biasanya digunakan di mobil-mobil super. Keunggulannya lebih kuat dan juga berpenggerak roda belakang yang memang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia," ujar Sutrimono di sela-sela acara Coaching Clinic 10 Tahun Avanza bersama detikOto, Minggu (15/12/2013).


Ditambahkannya, Avanza juga memiliki garansi yang cukup baik dimana para pelanggannya diberikan garansi 3 tahun atau 100 ribu km.


"Itu yang menjadi keunggulan Avanza sehingga dari dulu sampai sekarang tetap digemari oleh masyarakat Indonesia. Untuk kenyamananya juga sudah tidak diragukan lagi," lugasnya.



readmore »»  

3 Hal Ini Bikin Avanza Kian Aman

Jakarta - Ada banyak hal yang membuat konsumen memilih sebuah mobil untuk dibeli. Salah satu syarat utama adalah masalah keamanan dalam berbagai segi. Ada 3 hal yang sekarang bikin Avanza kian aman.

Keamanan itu, menurut Product Manager MPV PT Toyota-Astra Motor (TAM) Ima Nurbani Rahmah, bukan hanya urusan fitur safety semata. Hal itu yang diperlihatkan oleh Avanza.


"Kalau urusan safety Avanza juga sudah ada airbag," katanya di dalam Coaching Clinic Avanza 10 Tahun di Kopitiam Tan, kawasan SCBD, Jakarta, Minggu (15/12/2013).


Di sisi lain, Avanza juga memiliki sisi keamanan yang kedua, yakni keamanan nilai. Maksudnya, dengan memilih Avanza, konsumen akan lebih tenang karena harga jual kembali sebuah Avanza cukup tinggi.


"Jadi ketika 5 tahun lagi konsumen ingin mengganti mobil, mobil lama mereka harus bisa dinilai tinggi. Itu bisa diberikan oleh Avanza," lugasnya.


Sudah selesai sampai disitu? Ternyata belum. Sebab menurut Ima ada satu lagi faktor keamanan yang tidak bisa diremehkan dari sebuah Avanza yakni adalah urusan jaringan after sales Toyota.


"Toyota punya jaringan di seluruh Indonesia, ada 5 main dealer dengan 257 workshop yang sudah standar global. Itu yang membuat semua pemilik Avanza aman. Di mana pun mereka bermasalah, Toyota ada di sana," tuntasnya.



readmore »»  

Tahun Depan Masih Tahunnya MPV

Jakarta - Pasar Multi Purpose Vehicle (MPV) di tahun depan diyakini masih tetap seksi menyusul semakin banyak produsen mobil memasarkan produk baru di segmen ini.

Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Rahmat Samulo mengatakan bercermin pada penjualan Toyota, mobil jenis MPV Toyota semakin membesar ketimbang model lain.


"Sampai November 2013 Toyota retail 391 ribu unit. Kontributor pertama Avanza sebesar 190 ribu unit, Kijang 60 ribu unit, dan Rush 31 ribu unit. Kemudian Fortuner 20 ribuan unit. Kalau lihat komposisi, MPV setelah itu SUV. Ke depannya, tetap di segmen MPV yang menjadi volume. Karena memang yang paling sesuai karakter masyarakat Indonesia dan kondisi alam di Indonesia," kata Samulo.


Menurut Samulo, Toyota tetap akan mengandalkan segmen MPV sebagai 'volume maker' dan yang paling dipastikan adalah MPV dengan harga yang lebih terjangkau.


Di sisi lain, segmen hatchback tidak bisa mendekati pasar MPV meski dari segi kompoisi penjualan naik signifikan.


"Hatchback secara komposisi akan naik, tapi secara volume dia (hatchback) masih jauh. Ke depan begitu, karena dia akan naik komposisinya tapi secara volume masih jauh," pungkas Samulo.


TAM mengklaim akan penjualan mobil Toyota tahun ini akan melebihi penjualan mobil Toyota tahun lalu. Sampai dengan November 2013, Toyota sudah berhasil menjual 391 ribu unit.


"Tahun lalu 402 ribu unit, dan tahun ini sudah 391 ribu unit. Yakin tembus," tutup Samulo.


Nah untuk mengupas soal MPV Toyota ini, detikOto dan TAM menggelar coachinc clinic Avanza di Kopitiam Tan, SCBD Lot 8 mulai pukul 10.00 WIB.


Bagi peserta yang sudah mendaftar bisa melakukan test drive Avanza terlebih dulu dan mendapatkan door prize menarik Lenovo K900. Siangnya akan ada coaching clinic dengan 3 pembicara.


Mereka adalah Manager Technical Support PT Toyota-Astra Motor Sutrimono, Product Manager MPV PT Toyota-Astra Motor Ima Nurbani Rahmah dan pebalap wanita Alinka. Ikuti juga live tweet soal event ini dengan hashtag #AvanzaSharing.



readmore »»  

Suka dan Duka Selama Touring Kami 'Lahap' Bersama

Jakarta - Hari pertama Jakata menuju Bandung, keberangkatan pasukan Road Warriors sudah disambut dengan langit mendung dan hingga akhirnya hujan pun turun ,tapi tidak menghalangi kami untuk memulai.

Perjalanan, jas hujan pun kami kenakan. Diderasnya hujan kami melaju dengan sangat hati-hati karena jarak pandang yang minim. Sepatu dan pakaian menjadi basah karena disepanjang jalan kita harus menerobos hujan.


Sampai jg ditempat peristirahatan pertama disalah satu tempat makan dikawasan Puncak, karena kondisi cuaca nya dingin dan perut sudah mulai lapar dan langsung saja kita pesan makanan.


Menuju Bandung. Cuaca pun mulai bersahabat, karena hujan telah berhenti dan jas hujan pun dilepas. Sepatu dan pakaian yang basah karena hujan pun mulai mengering dibadan karena lamanya perjalanan hingga akhir nya tiba juga kita dikota Bandung dan disambut teman-teman dari YFRI untuk dikawal menuju diler Yamaha untuk check kendaraan.


Tak terasa pagi sudah datang kita pun mulai mempersiapkan diri untuk melanjutkan perjalanan kembali. Setelah selesai sarapan di hotel kita pun segera bersiap- siap melanjutkan perjalanan tetapi sebelum berangkat tidak lupa kita berkumpul untuk berdoa bersama dan diakhiri dengan tosss ala Road Warriors.


Perjalanan hari kedua pun dimulai, dari Bandung kita menuju Purwokerto dengan perlahan rombongan meninggakan hotel untuk kembali mengaspal, cuaca pun cukup bagus dibandingkan dengan hari pertama yang diguyur hujan disepanjang jalan.


Setelah berjalan 2 jam kita mulai istirahat pertama yang kebetulan sudah waktu nya kita makan siang & sholat Dzuhur ,dan rombongan pun mulai berhenti di warung makan didaerah Melambong.


Setelah selesai makan ,sholat dan melepaskan lelah kami pun lanjutkan perjalanan lagi melewti jalur yg lumayan berliku, trek lurus dikombiasi dengan tikungan-tikungan didaerah Tasikmalaya-Ciamis yang membuat perjalan lebih menantang.


Tak terasa haripun sudah gelap kita sudah memasuki kota Purwokerto, disana sudah menunggu teman-teman dari YFRI Purwokerto, kami pun disambut dengan meriah. setelah mengobrol dan bercengkrama bersama kami langsung bergegas berangkat menuju bengkel yamaha dengan dikawal rombongan teman-teman .


Masuk di hari ke-3, kita segera bersiap-siap kembali setelah sarapan selesai kita mulai berkumpul untuk breafing dan berdoa sebelum berangkat meneruskan perjalanan tapi tidak lupa tos lg biar tetap semangat.


Perjalanan hari ke-3 pun dimulai, Purwokerto menuju Solo sepanjang perjalanan kami cuaca cukup cerah, rombongan pun berjalan dengan pasisi dua baris dan sekali-kali satu baris ketika akan menyalip kendaraan lain yg ada didepan.


Trek yg kita lalui pun mulai berat yg sangat bervariasi ,dari belokan-belokan menanjak serta turunan yg menukik dan berbelok seperti didaerah Banjarnegara dataran tinggi dieng.


Kami sangat menikmati pemandangan disepanjang perjalanan. Dikawasan Dieng pun kami sempatkan untuk berhenti dan beristirahat sekalian makan siang, kami mampir diobyek wisata candi Arjuna.


Setelah sekian lama perjalanan melewati daerah-daerah jalanan perkampungan dan akhirnya ketemu juga jalan raya disekitaran Salatiga dan gak lama sampai juga dikota Solo.


Perjalanan hari ke-4 dari Solo menuju Surabaya dimulai, tapi para rider harus tetap berhati-hati karena jalanan didominasi kendaraan besar seperti bus dan truk disamping kondisi jalanan yang tidak terlalu lebar sehingga kadang-kadang kendaraan dari arah berlawanan sering mengambil jalur.


Malam hari kita sampai di Surabaya, walaupun sudah malam situasi lalu lintas dikota itu masih sangat ramai cendrung macet seperti keadaan jalanan di Jakarta.


Perjalanan dihari terakhir Yamaha Road Warriors di Surabaya dimulai setelah kita keluar meninggalkan hotel.


Teman-teman dari YFRI Surabaya sudah menuggu di depan hotel. mereka yang akan mengawal berkeliling Surabaya. Beberapa tempat bersejarah seperti musium kita kunjungi.



Redaksi: redaksi[at]detikoto.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com


readmore »»  

Arahan dari Panitia dan Kapten yang Menjadi 'Pegangan Hidup'

Jakarta - Dengan mengucapkan bismillah, ku awali etape pertama Touring sepeda motor Road Warriors, Riding to City of Heroes Jakarta-Surabaya.

Etape pertama ini mengambil jarak tempuh sekitar 100 km, yaitu dari markas detikOto di Warung Buncit menuju Bandung. Perjalanan perdana ini masuk ke dalam kategori Ringan.


Awan mendung menyelimuti para peserta dan ternyata hujan deras menyambut para peserta dalam etape awal ini. Dengan gesit kami segera menambah kostum dengan rain coat dan memulai tarikan gas pertama untuk menyelesaikan perjalanan ribuan kilometer di beberapa hari ke depan.


"Perasaan deg-degan, khawatir, dan perasaan lainnya sempat mampir di hati saya. Hal itu karena inilah touring terjauh saya bersama dengan rider lain yang belum pernah kenal sebelumnya. Hanya arahan dari panitia dan Captain Rider yang menjadi “pegangan hidup”,"


Jakarta-Bogor dilalui dengan kondisi jalan dan badan yang basah. Kemacetan Jakarta berhasil kami lewati dengan formasi rider tetap seperti apa yang diperintahkan oleh Sang Captain.


“Perhatikan siapa yang di depan kalian dan siapa yang di belakang kalian. Jangan sampai ada yang ketinggalan,” begitu perintah Sang Captain.


Sehingga bagaimanapun kondisinya, apakah kita sanggup mendahului yang di depan kita, semacet apapun kondisi jalanan sekitar, atau apapun kondisinya, kita pegang perintah Sang Captain. Dan, alhamdulillah tidak sampai ada yang tertinggal.


Dahulu para pahlawan berjuang melawan hujan, petir, badan basah kuyup, dan kondisi serba kekurangan, dan mereka dibayangi peluru penjajah, tetapi mereka tetap melanjutkan perjuangan dengan penuh semangat tanpa berbagai keluhan.


Nah, bercermin kepada mereka kami bangkitkan semangat kami untuk tetap menembus berbagai kondisi di etape awal Jakarta-Bandung ini. Karena memang tema program Road Warriors ini adalah untuk memperingati hari pahlawan.


Nilai-nilai kepahlawanan harus tetap hadir pada generasi pelanjut perjuangan. Pegal-pegal yang kami rasakan, karena menembus kemacetan Jakarta dan Padalarang dengan truk-truk besar dan bus-bus penumpang yang lalu lalang dengan kondisi jalan berkelok-kelok.


Semua itu kami nikmati bersama dengan tetap taat kepada perintah pimpinan. Perjalanan awal ini berjarak pendek tetapi menghabiskan waktu sekitar 9 jam perjalanan. Karena memang kami tidak kebut-kebutan di jalan.


Perjalanan yang kami lakukan bernar-benar fun riding dan santai. Setiap 2 atau 2,5 jam kami beristirahat untuk melepas lelah, makan dan minum seperlunya, mengisi bahan bakar, membuang hajat, atau ngobrol diantara sesama peserta untuk saling kenal mengenal.


Hal itu selalu dilakukan di tempat-tempat yang menarik. Untuk etape pertama ini, tempat itu adalah rumah makan Bumi Aki di daerah Puncak.

Suasana yang hijau dan udara sejuk, sangat pas untuk melahap ayam bakar dan sup panas disertai teh manis panas. Hilang seketika kelelahan berkendara yang tadi lakukan dengan semua hidangan dan sajian itu.


Menjelang malam kami memasuki Bandung, dan telah disambut oleh teman-teman komunitas Yamaha Bandung dikawal langsung sampai Yamaha Main Dealer di daerah jalan Soekarno Hatta. Rasa haru, senang, dan tenang kami rasakan karena kami merasa diterima oleh mereka dan disambut dengan keramah tamahan.



Redaksi: redaksi[at]detikoto.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com


readmore »»  

Touring Pakai Skutik Juga Bisa, Tak Perlu Ngebut

Jakarta - Awalnya, setiap touring, saya terbiasa dengan 'seberapa cepat kami sampai tujuan, dan seberapa singkat kami menghabiskan waktu'. Namun di sini, saat saya mengikuti #YamahaRoadWarriors saya mendapatkan pembelajaran baru, bahwa 'segala sesuatu yang dicapai dengan lambat, maka akan hilang dengan lambat juga'.

Sebelum sampai ke tujuan akhir kami mampir ke Dieng yang belum sempat Aku singgahi sebelumnya.


"Jalanannya ajiibb..!!! Gak salah Aku milih skutik 125 keluaran Yamaha. Tanjakan terjal dan tikungan tajam pun dilibas abis. Yang lain sibuk dengan pengendalian transmisi, kalau saya tinggal gaasspooll ajaa, wkwkwkwk.. Mantaab cyiiinntt.."


Sesampainya di Surabaya tidak selesai disitu saja. Kami juga ada kegiatan city tour sembari mendatangi museum dalam memperingati Hari Pahlawan.


Saat ini pahlawan bukan hanya dia yang rela mati, tapi juga dia yang bisa mengubah kebiasaan buruk menjadi lebih baik.


#YamahaRoadWarrior mengajarkan saya banyak hal, dari pemahaman hak dan kewajiban antar sesama pengendara di jalan raya, etika berkendara, dan arti sebuah kerja sama tim.


Dari latar belakang berbeda, karakter dan pola pikir yang belum tentu sama dipersatukan hanya dalam lima hari menempuh ribuan kilo untuk menjadi sekelompok pahlawan. Pahlawan jalan raya yang selalu mengutamakan keselamatan.


Hanya dengan lima hari #YamahaRoadWarriors memberikan saya banyak cerita dan ribuan sahabat baru.

Terimakasih Yamaha, Detik.com, DetikOto, MyTrans, dan semua team yang terlibat, terutama sahabat baruku, para peserta Road Warriors.



Redaksi: redaksi[at]detikoto.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com


readmore »»  

MINI Cooper S, Si Kecil yang 'Nyelekit'

Jakarta - Sebuah showroom mobil CBU baru dibuka di kawasan Pantai Indah Kapuk, nama showroom ini Absolute Auto. Berbagai mobil CBU dijual di sini.

Nah beberapa waktu lalu, mereka menggelar acara bertajuk 'Absolute Auto Mini Trial'. Sesuai temanya, ajang tersebut merupakan ajang 'jemput bola' bagi konsumen.


"Tujuannya untuk memberikan konsumen menguji coba mobil-mobil asal Inggris MINI. Harapannya bisa menarik minat beli konsumen," kata juragan Absolute Auto, Dixon Lesley ketika ditemui di showroomnya di Ruko Elang Laut Boulevard, Blok C8-9, kawasan Pantai Indah Kapuk.


detikOto pun merapat ke lokasi untuk menjajal Cooper S Countryman lansiran 2013 seharga Rp 850 jutaan. Kesempatan test drive pun dapat, selanjutnya yuk kita ulas.



readmore »»  

Arti Pahlawan di Mata Peserta Road Warriors

Jakarta - 20 November 2013, tepat pukul 17.30 WIB, sebuah e-mail masuk yang menyatakan bahwa saya terpilih menjadi salah satu finalis peserta #YamahaRoadWarriors (acara yang diselenggarakan oleh Yamaha, detikOto dan myTRANS untuk mengenang jasa para pahlawan).

Jujur saat itu saya merasa senang karena saya yakin akan ada banyak peserta yang lain yang juga ingin mengikuti acara ini.


25 November 2013


Ke-10 finalis dipertemukan pertama kalinya secara bersama-sama H-1 sebelum keberangkatan,kami di briefing mengenai rute tujuan, dan lain-lain.


26 November 2013


Ke-9 Finalis ( 1 peserta mengundurkan diri) berkumpul di halaman kantor detikcom sebelum kami berangkat hujan sudah mengguyur kami.


Saya menganggap hujan ini adalah lambang keberkahan, semoga perjalanan kami diberkahi dan diberikan kelancaran tanpa hambatan apapun, amin.


Memasuki wilayah puncak kami makan siang, selesai makan siang kami melanjutkan kembali perjalanan ke Bandung. Tiba di kota Bandung kami disambut oleh rekan-rekan dari YRFI Bandung, Xeoner, dll,


Bicara soal Bandung tentu kami diingatkan akan peristiwa 24 Maret 1946 "Bandung Lautan Api" dimana kita bisa belajar tentang "pengorbanan" bayangkan tak kurang dari 200.000 penduduk Bandung rela membumi hanguskan tempat tinggal mereka.


Merelakan rumah dan harta benda mereka agar penjajah tidak dapat menggunakannya lagi (menduduki kota Bandung).


Di Bandung pun banyak gedung-gedung bersejarah seperti Gedung Dinar, di Braga (kini menjadi Gedung Bank Jabar) yang tentunya mengingatkan kita akan peristiwa perobekan bendera Belanda menjadi Merah Putih yang dilakukan oleh pemuda bernama Muhammad Endang Karmas yang dibantu oleh Muljono.


Waktu menunjukkan pukul 22.00 WIB kami beristirahat di hotel Ibis, walau akhirnya 01.00 dini hari ada kejadian yang mengganggu istirahat saya, tapi semua itu tidak menghentikan langkahku untuk melanjutkan perjalanan esok hari menuju Purwokerto.


27 November 2013


Meninggalkan kota Bandung, berangkat menuju Purwokerto di perbatasan Banjar kami melihat monumen yang berisikan 'Siliwangi adalah Rakyat Jawa Barat Rakyat Jawa Barat adalah Siliwangi'.


Ya rakyat jawa barat tidak bisa dipisahkan dengan sosok Siliwangi, raja yang begitu dielu-elukan rakyat Jawa Barat.


Next kita lanjutin perjalanan lagi ke Banyumas memasuki kawasan hutan wilayah Banyumas fisik kami mulai diuji, jalan gelap berliku dan kami harus menjaga konsentrasi yang tinggi karena selain lubang dan jalan berliku kami juga harus menghadapi truk-truk besar.


Di Purwokerto kami disambut hangat oleh klub Yamaha Purwokerto, berasa jadi artis begitu banyak yang minta foto bareng hehehe.


Bicara soal Purwokerto tentu kita diingatkan kembali pada sosok para Jenderal Pahlawan Revolusi, seperti Letjen Anumerta S Parman, Letjen Anumerta Suprapto, dll.


Dan bicara soal Pahlawan Revolusi tentu tak lepas dari peristiwa G30SPKI. Bangga ya pasti warga Purwokerto, lahir di kota para Jenderal.


28 November 2013


Terima kasih Hotel Santika Purwokerto, tidur kami nyenyak sekali sekarang kami siap melanjutkan perjalanan kami menuju kota solo.


Sebelum memasuki Kota Solo kami diajak berwisata sejarah dan kuliner di kawasan Kota Dieng, Wonosobo. Di sini selain menikmati pemandangan di kawasan candi arjuna saya juga mencicipi kentang dieng, mie ongklok, jamur, sayang ngga' mencicipi minuman khas dieng 'Purwaceng" yang katanya bisa bikin..hehehe.


Pukul 16:00 kami meninggalkan Kota Dieng menuju Solo, tapi ups motor saya ada sedikit trouble, aki tekor karena saya selalu menyalakan HID.


Akhirnya saya memutuskan mengganti dengan lampu standar dan lampu HID dipindahkan ke motor salah satu finalis (Bro Eko) agar lampu HID yang berwarna kuning itu bisa tetap berguna walau tidak harus di motor saya sendiri.


Turun dari Dieng kabut pun turun, oke cuma lampu HID di motor Bro Eko yang berhasil menembus kabut sementara yang lain termasuk saya tidak.


Kami pun memutuskan berhenti, sampai kabut hilang. Setelah berhaha hihi kami melanjutkan perjalanan dan saya berkata dalam hati, 'Ya Allah mata aku kan indah banget (minus 3 tanpa kacamata) lampu minim'


Kita menyusuri jalanan semi offroad yang saya sendiri belum pernah melewatinya, entahlah itu jalur ada di peta atau tidak, sepanjang jalan hanya rimbunan pohon bambu, jalanan berlubang, berbatu, dan yang pasti 2 kali hampir out untung Bro Eko, Bro Ali, Pak Andin sadar akan kekurangan saya dan terbantulah saya sampai keluar dari "negeri antah brantah".


Tak terasa waktu menunjukkan pukul 23.45 WIB perjalanan panjang,m enuju kota solo yang cukup melelahkan tapi ingin mengulanginya lagi.


29 November 2013


Solo, kota yang kaya akan budaya, mulai dari Keraton Solo, situs prasejarah Sangiran, serta candi-candi yang tersebar di kawasan Solo, tidak lupa tentunya batik Solo.


waktu menunjukkan pukul 11.00 WIB kami bergegas meninggalkan kota Solo menuju Surabaya.


Di perjalanan memasuki Kota Sragen para peserta pria melakukan ibadah salat Jumat. Kebetulan rumah Budhe berada tidak jauh dari masjid sementara para pria melaksanakan salat jumat saya pun mampir mengunjungi rumah budhe (kesempatan emas dan sangat kebetulan ini yang dinamakan jumat berkah).


Flu mulai menyerang dan terus menyerang saat memutuskan meminum obat lagi ada risiko yang harus saya ambil (ngantuk) dan saya sadar itu tidak baik.


Memasuki kota Ngawi efek ngantuk mulai terasa, sayapun memanfaatkan untuk sejenak beristirahat di main diler Yamaha di Ngawi,cukup membuat saya sedikit lebih baik.


Memasuki kota Nganjuk ngantuk kembali menyerang, saya pun memutuskan untuk beristirahat sejenak di warung kopi ditemani peserta yang paling senior (Pak Andin) kami pun bercerita-cerita tukar pikiran soal cara berkendara yang aman dengan Yamaha Scorpio sambil menikmati secangkir kopi hitam.


Kopi habis kami pun melanjutkan perjalanan menyusul rombongan yang berhenti tak jauh dari warung kopi, lanjut Surabaya bro.


Jam di tangan menunjukkan pukul 23.20. Wow akhirnya kami sampai di kota Pahlawan, tapi sekarang waktunya tidur besok baru kita lanjutkan kembali perjalanan


30 November 2013


'Surabaya, Surabaya oh surabaya' pagi hari kami diajak berkeliling Kota Surabaya yang saat itu panasnya luar biasa, tak lupa kami mengunjungi Museum Tugu Pahlawan.


Semua sejarah terukir disini mulai dari miniatur peristiwa 10 November 1945 semboyan "Merdeka atau Mati", benda-benda bersejarah seperti bambu runcing (senjata tradisional yang digunakan rakyat Indonesia untuk melawan penjajah), senapan rampasan dari pihak penjajah, sampai barang-barang peninggalan Bung Tomo.


Betapa berharganya perjalanan #YamahaRoadWarriors ini karena sebelumnya saya pribadi sebagai lady bikers saya touring hanya sekedar touring, ataupun sekedar sosialisasi safety riding tapi ini kami semua diajak untuk mengenang para pahlawan.


Rasa sedih begitu saja meledak ketika kami harus pulang ke Jakarta, karena kami yang awalnya tidak saling kenal menjadi satu keluarga kecil, terima kasih Yamaha Indonesia, detikoto, Mytrans telah mempertemukan kami dan membuat kami lebih mengenal para pahlawan kami yang mungkin saja terlupakan oleh kami, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenang pahlawannya. Mari lanjutkan perjuangan!


Buat saya semua peserta yang terpilih menjadi #YamahaRoadWarriors adalah para pahlawan yang terpilih:


Pak Andin : Ayah, panutan, bisa diibaratkan beliau adalah jenderal di antara kami semua


Bro Deni : Menurut saya beliau adalah pahlawan rumah tangga, yang berjuang menghidupi 2 anak kembarnya yang lucu-lucu


Bro Naufal : Abang None yang tentunya berjuang mempertahankan budaya Betawi


Bro Ali : Pengorbanannya dari Lampung menuju Jakarta itu juga sifat pahlawan yang patut diacungi jempol


Pak Osep : Guru yang sudah pasti merupakan pahlawan tanpa tanda jasa


Bro Eko : Sifatnya yang cekatan dan suka membantu sesama, merupakan sifat dasar seorang pahlawan


Sis Aji : Srikandi yang berkutat di dunia otomotif


Sis Nindy : Srikandi, pegawai PNS pahlawan keluarga, bela-belain ambil cuti cuma buat #YamahaRoadWarrior "salute"


*dan saya sendiri Ririn : Saat ini bersama wadah saya Horsepower Indonesia aktif bersama GEMAPETA(Gerakan Pemuda Pembela Tanah Air) BNN, GMDM berjuang mensosialisasikan safety riding demi keselamatan nyama pengendara roda 2, dan juga berjuang memerangi Narkoba!



Redaksi: redaksi[at]detikoto.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com


readmore »»  

Bukan Touring Balapan Liar

Jakarta - Selesai sudah perjalanan touring Jakarta-Surabaya dengan naik motor, yang dilaksanakan dalam #YamahaRoadWarriors Riding to City of Heroes oleh myTRANS, detikOto, dan Yamaha.

Touring yang dilaksanakan untuk memperingati hari pahlawan ini dimulai tanggal 26-30 November 2013 yang menempuh total jarak lebih dari 1.000 km, yang dibagi ke dalam 4 etape, yaitu Jakarta-Bandung (hari ke-1), Bandung-Purwokerto (hari ke-2), Purwokerto- Surakarta (hari ke-3), dan Surakarta-Surabaya (hari ke-4).


Tema kepahlawanan yang diambil dalam program ini, menjadi ruh bagi para peserta selama perjalanannya. Sebagaimana para pahlawan dahulu, bahwa mereka telah bekerja keras dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Para pahlawan telah melakukan kerja-kerja besar dalam perjuangannya.


Jiwa-jiwa kepahlawanan menjadi jiwa-jiwa para riders dalam berkendara di jalanan. Disiplin, taat, tertib, patuh kepada pimpinan, kerjasama, dan tolong menolong dilakukannya selama dalam perjalanan. Keselamatan menjadi faktor utama dalam perjalanan ini.


Jangan sampai ada yang tertinggal atau terluka dikarenakan ugal-ugalan di jalanan. Kami harus memperhatikan siapa saja di depan dan di belakang kami.


Perjalanan ini bukan perjalanan balapan liar yang tidak memperhatikan hak-hak para pengguna jalan lainnya, ataupun bukan pula perjalanan yang ditakuti oleh pengguna jalan lainnya karena sikap ugal-ugalan di jalan.


Perjalanan ini adalah perjalanan menikmati keindahan alam Indonesia sebagai hasil jerih payah para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Dan kami berusaha mengisi kemerdekaan ini, dengan menjadi model bagaimana berkendara dengan baik dan sopan di jalanan.


Seorang warrior adalah seorang prajurit yang senantiasa siap sedia membela negara.


Dan 'Road Warriors' hadir menjadi contoh dalam berkendara roda dua dengan saling menghargai, taat kepada aturan, dan berani.


Dengan demikian diharapkan semakin banyak masyarakat yang berkendara dengan baik, tidak berkendara sambil SMS-an atau mabuk yang tidak hanya membahayakan diri sendiri tapi juga orang lain. Sehingga pihak berwajib tidak usah menyediakan Drager Alcotest 7510 (sumber: DetikOto), sebuah alat untuk mendeteksi alkohol bagi pengendara, apakah dia mabuk atau tidak dalam berkendara.


Perjalanan kami berakhir di Surabaya, Kota Pahlawan. Sesuai dengan tema program ini yaitu Road Warriors-Riding to City of Heroes. Kami berkesempatan mengunjungi Tugu Pahlawan, yang menjadi ikon heroisme untuk memperingati peristiwa Pertempuran 10 Nopember 1945 di Surabaya, dimana arek-arek Suroboyo berjuang melawan pasukan Sekutu bersama Belanda yang hendak menjajah kembali Indonesia.


Di kompleks tersebut juga terdapat Museum Sepuluh Nopember yang di dalamnya terdapat banyak peninggalan peperangan mulai dari radio, pakaian perang, senjata, dan lain sebagainya.


Yang menarik di Museum Sepuluh Nopember adalah lukisan perang gerilya Jenderal Soedirman yang diangkut dengan tandu selama peperangan berlangsung, dimana Sang Jenderal tidak pernah meninggalkan salat malam dalam gerilya tersebut.


Dengan berakhirnya perjalanan Road Warriors di Kota Pahlawan, terdapat pesan yang mendalam, bahwa setiap kita bisa menjadi pahlawan di manapun kita berada. Asalkan kita mengikuti jejak-jejak para pahlawan dalam setiap langkah kita. Kerja keras, disiplin, taat,


saling menghargai, dan berani adalah sikap-sikap yang harus ditiru oleh generasi mendatang. Road Warriors…..Merdeka!


Osep Muhammad Yanto Road 6






Redaksi: redaksi[at]detikoto.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com


readmore »»  

Honda Tiger 'Matre', Baru Nyala Kalau Digesek Pakai Kartu ATM

Jakarta - Tampilan bodi dan kaki yang aduhai adalah faktor penting untuk motor modifikasi. Tetapi tetap jangan lupa soal keamanannya, apalagi motor dalam beberapa detik gampang dibobol maling.

Fungsi keamanan yang diperketat itu yang dicontohkan pada motor modifikasi Gusvi Amo dari rumah modifikasi Barong Custom di jalan Raya Tajur No 29 RT 2 RW 03 Bogor, Jabar. Gusvi menamai motor Honda Tiger Revo 2012 sebagai motor antimaling.


Yuk simak seperti apa profilnya:



readmore »»  

Touring Zero Accident

Jakarta - Memulai perjalanan dari kantor detik.com, 9 finalis #YamahaRoadWarriors bergerak menuju Surabaya. Keberangkatan kami diiringi oleh curah hujan yang tak henti sampai pemberhentian kami yang pertama yaitu di rumah makan Bumi Na Aki, Puncak.

Dalam perjalanan kami mengalami kemacetan lalu lintas serta jalan yang berliku di daerah Sentul Bukit Pelangi dan Puncak.


Setelah cukup istirahat dan makan kami melanjutkan perjalanan menuju Bandung. 'Bandung I'm coming'.


Tiba di Bandung kami dijemput oleh YRFI atau Komunitas Yamaha Bandung untuk diantar menuju diler utama Yamaha. Di Main Dealer Yamaha Bandung disediakan service gratis oleh team bengkel yamaha serta jamuan snack.


Pukul 22.15 WIB kami tiba di Hotel Ibis Trans Studio Bandung untuk beristirahat.


Setelah makan pagi di hotel kami bersiap melanjutkan perjalan hari ke dua menuju Purwokerto, berangkat dari hotel jam 9.00 pagi, Team YRFI Bandung mengiringi dan melepas kami kami sampai di luar kota Bandung Cibiru, Dalam perjalanan kami foto-foto di Tugu Perbatasan Jawa Barat dan


Jawa Tengah yaitu daerah Banjar, makan di rumah makan setempat yaitu di daerah Wangon, sambel cobek dadakan. Mantab Bro!


Tiba di Purwokerto kami disambut oleh Komunitas Yamaha YRFI, bersenda gurau melepas lelah sesaat, kemudian kami singgah ke Main Dealer Yamaha Purwokerto yang juga menyediakan service gratis dan sanck, setelah itu kami menuju Hotel Santika Purwokerto untuk istirahat.


Perjalanan menuju Solo, menempuh jarak sekitar 250 KM, jalur yang kami tempuh adalah jalur tengah melewati Purbalingga, lalu ke dataran tinggi Dieng.


Dalam perjalanan menuju Dieng kami disuguhkan panorama alam yang sangat indah berupa hamparan sawah di kaki gunung, jalan meliuk liuk menurun dan mendaki yang membuat kami ingin kembali lagi, hingga akhirnya tiba lah kami di dataran tinggi Dieng dan kami mengunjungi komplek Candi Arjuna.


Setibanya di komplek Candi Arjuna kami disediakan kentang goreng dan minuman khas dari dataran tinggi Dieng yaitu Purwaceng yang berasal dari tumbuhan sejenis tumbuhan ginseng, namun tumbuhan Purwaceng ini hanya tumbuh di dataran tinggi Dieng sejak dahulu, konon diceritakan oleh penduduk setempat tumbuhan ini pernah dibawa dan ditanam oleh wisatawan dari luar daerah namun tidak bisa tumbuh atau tidak berhasil.


Seperti juga halnya di dataran tinggi Dieng terkenal dengan anak rambut gembel, disebut Gembel karena jenis rambut yang menyerupai gelandangan yang tidak pernah mencuci rambutnya, anehnya anak rambut gembel ini hanya bisa tumbuh alami di dataran tinggi Dieng.


Menurut cerita Gembel sudah ada sejak jaman Kyai Kolodete dan Nini Roro Ronce yang merupakan leluhur Dataran Tinggi Dieng, Gembel dianggap sebagai bala atau malapetaka untuk itu setiap tahun dibuat ritual pencukuran rambut gembel sebagai simbol penolak bala.


Setelah kami puas berpose dan berfoto ria di komplek Candi Arjuna kami melanjutkan perjalanan melewati Wonosobo, melalui jalan turunan yang curam, jalan mendaki serta diselimuti kabut tebal, kami singgah di warung kopi perbatasan Wonosobo.


Di sana kami merasakan masakan khas Wonosobo yaitu Mie Ongklok adalah mie yang dimasak dengan kuah yang dicampur tepung sehingga kuahnya kental lalu dihidangkan dengan 2 tusuk sate sapi rasanya pedas manis dan maknyuuss..


Lalu Night rider melewati jalan alternatif melewati pegunungan dan hutan di wilayah Temanggung, Kopeng, Boyolali maka tibalah kami di Kota Solo pukul 23.00 WIB, langsung menuju hotel Ibis Solo untuk istirahat.


Hari ke empat perjalanan menuju Surabaya yang merupakan tujuan akhir perjalanan kami. Berangkat dari kota Solo pukul 09.00 pagi melalui Sragen.


Karena hari ini adalah hari Jumat dimana seluruh umat muslim melaksanakan salat Jumat, maka kami pun tidak ketinggalan, di Masjid

Kauman Sragen kami melaksanakan ibadah salat jumat. Biker Religious.


Setelah itu kami melanjutkan perjalanan dan singgah di Main Dealer Yamaha Ngawi, disana kami disambut oleh komunitas YRFI Ngawi dan sekitarnya, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Surabaya.


Dalam perjalanan tidak ada hambatan apapun maka tibalah kami di Surabaya pukul 23.00 WIB langsung menuju Hotel Midtown Surabaya.


Pagi harinya kami bersama dengan Yamaha Riders Surabaya mengunjungi Tugu Pahlawan Surabaya, panas teriknya matahari tidak menghalangi kami untuk mengabadikan Monumen, prasati serta museum yang merupakan catatan sejarah perjuangan Arek Suroboyo dalam perang melawan tentara Sekutu pada tanggal 10 November 1945.


Dalam pertempuran berdarah di Surabaya yang memakan ribuan korban jiwa tersebut telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat sipil yang menjadi korban pada hari 10 November ini

kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan Repubik Indonesia hingga sekarang.


Kemudian kami menuju Jembatan Suramadu yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Madura, setelah itu kunjungan ke Main Dealer Yamaha Surabaya, ramah tamah, dilanjutkan pada acara puncak di Cafe, Donor Darah dan Hiburan, disini 9 finalis dihibur oleh Mc yang profesional, live music dan berjoget Caisar bersama.


Kesan saya selama perjalanan ini memang 9 finalis baru bertemu satu sama lain akan tetapi dalam waktu yang relatif singkat kami bisa menciptakan kekompakan, keharmonisan, serta rasa kekeluargaan yang sangat terasa pada saat kami ingin kembali ke Jakarta dan berpisah.


Dalam melakukan touring , kami sangat memperhatikan dan menghormati satu sama lainnya sehingga formasi motor mulai dari Jakarta sampai dengan Surabaya tidak berubah. Program #YamahaRoadWarriors ini mengusung tema Hari Pahlawan, dan kami bukanlah pahlawan rakyat Indonesia, tapi kami adalah pahlawan pada diri kami sendiri yang mana kami telah berhasil menaklukan emosi, rasa kantuk yang luar biasa, lelah letih terbayar sudah dengan kemenangan kami tiba di Surabaya dengan selamat, Zero Accident!




Redaksi: redaksi[at]detikoto.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com


readmore »»  

Bos Nissan Yakin Datsun Bakal Sukses di Indonesia

Jakarta - Mobil murah Datsun dalam waktu dekat akan dirilis ke pasaran tanah air. Bos Nissan pun sangat optimistis akan kejayaan merek ini. Apalagi dengan kenyataan kalau Datsun di masa lalu, memiliki track record yang cukup baik.

"Kami akan meluncurkan Datsun di India dan Indonesia, dan kami merasa mobil ini akan sukses," ujar CEO Nissan Carlos Ghosn seperti dilansir Leftlanenews, Selasa (10/12/2013).


Datsun di Indonesia akan dijual di bawah Rp 100 juta. Ada dua model yang sudah diperkenalkan yakni hatchback dan MPV.


Selain negara Asia, Datsun pun juga akan dirilis di kawasan Amerika Selatan. Pabrik Meksiko sudah disiapkan Nissan untuk memproduksi Datsun. "Kenapa tidak membangun Datsun di sana," ujar Ghosn.


Meksiko memang tengah dipersiapkan sebagai negara produksi mobil Nissan yang besar. Dalam beberapa tahun ke depan Nissan siap memproduksi hampir 1 juta unit kendaraan di Meksiko untuk menyuplai kendaraan ke Amerika Utara dan Selatan.


Namun Ghosn tidak menyebutkan apakah merek Datsun akan dirilis di Amerika Serikat.



readmore »»  

Ride Safe or Die?

Surabaya - Dalam rangkaian perjalanan #YamahaRoadWarriors kami berkesempatan mengunjungi Tugu Pahlawan yang merupakan monumen yang didirikan untuk mengenang perjuangan pahlawan Surabaya pada pertempuran 10 November 1945.

Terdapat sebuah museum yang diberi nama museum Sepuluh November, kami juga berkesempatan mengunjungi serta melihat rekaman kejadian pertempuran pada tanggal 10 November 1945 tersebut.


Ada salah satu sudut dari museum ini yang menarik perhatian kami yaitu rekaman asli pidato Bung Tomo yang berapi-api yang dipedengarkan melalui radio kuno.


Pidato ini bertujuan untuk membangkitkan hasrat dan tekad pemuda Surabaya untuk mempertahankan kemerdekaan.


…Dan untuk kita saudara-saudara lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka semboyan kita tetap: merdeka atau mati!... -Bung Tomo-



Peperangan menggunakan senjata memang telah lama berakhir. Indonesia telah merdeka lebih dari 60 tahun yang lalu. Namun sadar atau tidak bahwa perang belum berakhir, masih banyak peperangan yang kita harus lewati dalam mengisi kemerdekaan.


Sebut saja peperangan melawan penjajahan budaya asing, perang melawan kemiskinan, perang melawan korupsi dan tidak ketinggalan perang melawan tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan banyak korban.


Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Chrysnanda Dwilaksana mengatakan, jumlah kecelakaan di DKI Jakarta selama tahun 2013 mencapai sebanyak 5.959 kejadian dengan korban meninggal sebanyak 616 orang. Dari jumlah tersebut penyebab terbesar kecelakaan adalah pengemudi lengah. (sumber: detikOto).


Siapa yang harus kita kambing hitamkan akan tingginya angka kecelakaan di jalan raya ini ataukah kita harus pasrah.


Ketika Bung Tomo berkoar 'Merdeka atau Mati?' untuk melecut semangat pemuda pada saat penyerangan kota Surabaya oleh Inggris, menurut pendapat saya sekarang saatnya kita katakan Ride Safe or Die? Berkendara dengan aman atau anda akan mati sia-sia di jalanan.


Bukan tanpa alasan saya menyatakan hal tersebut, sudah terlalu banyak orang yang meregang nyawa di jalanan, sudah terlampau banyak anak-anak yang kehilangan orang tuanya, istri yang tiba-tiba menjadi janda, sekejap mata. Pemain film Paul Walker pun tewas di jalanan baru-baru ini, dan banyak contoh yang lain.


Di zaman sekarang, kalau kita ingin menjadi pahlawan, mulailah dari hal yang terkecil, jadilah pahlawan untuk diri sendiri, keluarga dan orang lain, bagaimana caranya?


Kendarailah kendaraan kita secara aman, patuhi aturan lalu lintas dan jangan ugal-ugalan di jalan raya. Jadilah pahlawan untuk pejalan kaki dengan berhenti di belakang garis zebra cross ketika menunggu di persimpangan jalan.


Jadilah pahlawan untuk pengguna transJakarta dengan tidak menggunakan jalur yang diperuntukkan untuk bis tersebut.


Jadilah pahlawan untuk pengguna motor dengan memberikan jalan ketika macet. Jadilah pahlawan untuk pengguna mobil dengan tidak memaksa jalan ketika melewati jalur yang sempit. Mari kita hargai sesama pengguna jalan raya.


Hal ini nampak kecil namun bisa jadi sebuah perubahan yang sangat berarti. Mulailah dari diri sendiri dan buktikan andalah pahlawan di jalan raya. Pilihan ada di tangan kita, “Ride Safe or Die?”


Muhammad Naufal Shahensah


Road 8



Redaksi: redaksi[at]detikoto.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com


readmore »»  

Blackvue, Kotak Hitam untuk Kendaraan Pribadi

Jakarta - Di Jakarta, sering kali kita terlibat insiden kecil seperti nyenggol dengan kendaraan lain. Dalam beberapa kasus, sering kali pengguna kendaraan lain tidak mau mengaku salah meski mereka yang menabrak.

Kecelakaan seperti ini atau bahkan pengrusakan bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Nah di saat itu lah sebuah 'kotak hitam' yang bisa menjadi jalan keluarnya.


Gadget 'kotak hitam' yang dinamai Blackvue ini memiliki fitur untuk memberikan bukti setiap insiden yang kita alami di jalanan.


Aslinya perangkat ini adalah sebuah dash cam atau kamera di dashboard mobil yang akan merekam semua kejadian di jalanan.


Berikut spesifikasi singkat dash cam Blackvue DR500GW-HD:



  • 16GB Memory card (bisa untuk merekam selama 7 jam),

  • Resolusi 1280x1080 (Full HD),

  • GPS, Wifi, view angle 156 derajat

  • Auto parking mode

  • Deteksi pergerakan dan benturan,

  • Audio Recording, Recording mode

  • Normal/Event/Parking,

  • Power Max 4W

  • Camera 2.0M Pixel,

  • Harga Rp 3,9 juta


Produsen:

Jl. Sunter Paradise F1/17 Jakarta Utara 14350 (021) 33602010. Email: info@blackvue.co.id dan support@blackvue.co.id.


Seperti apa perangkat kotak hitam ini? Yuk simak reviewnya:



readmore »»