Pengalaman Pertama dengan Mobil India

Mumbai, India - Mobil India, Tata Indica, sudah beberapa kali terlihat tengah dites di jalanan di Jakarta dan sekitarnya, detikOto pun akhirnya punya kesempatan untuk menjajalnya di negeri aslinya.

Dengan mengambil lokasi di pabrik Tata Motors di Pune, India, Tata Motors memberikan kesempatan bagi detikOto untuk mencoba city car Indica Vista GZX ABS.


Nah mau tahu bagaimana pengalaman pertama menunggangi mobil mungil asal India yang satu ini, yuk kita simak bersama berikut ini.



readmore »»  

Daihatsu PDKT Lagi Pembeli Mobil Murah

Singapura - Saking lama menanti, banyak calon pembeli mobil murah yang akhirnya membeli mobil lain. Setelah pemerintah menerbitkan aturan teknis soal mobil murah, Daihatsu kini tengah merayu calon konsumen mobil murah.

Menurut Presdir PT Astra Daihatsu Motor Sudirman MR, calon pembeli Ayla di Daihatsu rata-rata memilih mobil seperti Xenia atau Sirion.


"Kita coba melakukan pendekatan kembali, dan memang banyak yang sudah beralih untuk menggunakan Daihatsu Xenia atau Sirion," ujarnya saat ditemui di bandara Changi Singapura, Kamis sore, waktu setempat.


Daihatsu termasuk sudah siap untuk memproduksi mobil murah Agya dan Ayla, namun karena aturan mobil murah lama diputuskan pemerintah, Daihatsu sengaja Daihatsu menggunakan line produksi Ayla untuk memproduksi mobil lain.



readmore »»  

Mobil Murah Paling Telat Meluncur Bulan September

Singapura - Produsen mobil sudah siap meluncurkan mobil terjangkau dan ramah lingkungan (Low Cost and Green Car). Paling telat mobil itu meluncur di bulan September.

Hal tersebut disampaikan Presdir PT Daihatsu Astra Motor Sudirman MR, ketika ditemui di Bandara International Changi Singapura.


"Sebentar lagi LCGC akan hadir, sabar. Yah September (2013) lah kemungkinan paling lama (mulai penjualan LCGC), tapi saya berharap sih sudah bisa mulai menjual di Agustus 2013," jawab Sudirman yang ketika ditemui tengah menunggu transit pesawat dari Jepang menuju Jakarta.


Dalam pemberitaan detikOto sebelumnya, ADM belum memproduksi Ayla dalam skala besar. Pabrik Daihatsu hanya memproduksi 1 unit Ayla dalam 1 hari agar mesin produksi khusus Ayla tidak mengalami kerusakan.


Selanjutnya kapasitas produksi pabrik Daihatsu mencapai 120.000 mobil setiap tahunnya. Sementara kapasitas produksi Ayla mencapai 3.000 unit per tahun, dan Toyota Agya 6.000 unit setiap tahun.


Kementerian Perindustrian telah mengeluarkan petunjuk teknis (juknis) atau Surat Keputusan (SK) soal Peraturan Presiden mengenai Low Cost and Green Car (LCGC) atau mobil murah dan ramah lingkungan. Dari juknis itu ada ketentuan soal harga patokan mobil maksimal Rp 95 juta per unit.


Menperin MS Hidayat menuturkan dalam juknis Menperin disebutkan harga Off the Road mobil LCGC belum termasuk Biaya Balik Nama, Pajak Kendaraan Bermotor, dan Pajak Daerah lainnya), termasuk penyematan fasilitas keamanan dan transmisi otomatis.


"Itu belum termasuk toleransi untuk penambahan teknologi transmisi otomatis 15% + toleransi untuk penambahahan fitur safety 10% air bag, Antilock Brake System dan lain-lain," katanya.


Mantan Ketua Kadin ini menjelaskan soal toleransi dari harga yang telah dipatok, antara lain karena faktor ekonomi makro seperti inflasi dan kurs tukar mata uang juga menjadi pertimbangan ke depannya.


"Saat ini SK sedang didaftarkan di Kemenhukham," katanya.


Hidayat menegaskan program Low Cost and Green Car ini tidak semata-mata membuat mobil dengan harga murah, tetapi lebih kearah membangun struktur industri komponen otomotif dan meningkatkan kemandirian nasional di teknologi otomotif, terutama teknologi engine, transmisi dan axle (power train). Juga kualitas dan safety produk tetap dipertahankan.


Mengenai masalah harga ini, Sudirman sebelumnya menuturkan tidak ada masalah. Harga ini memang sudah masuk bidikan Astra.


"Kita siap dengan harga di bawah Rp 100 juta. Tidak ada masalah," ujarnya.



readmore »»  

Harga LCGC Maksimal Rp 95 Juta, Toyota dan Daihatsu Oke

Jakarta - Toyota dan Daihatsu tidak mempermasalahkan harga mobil murah yang dipatok pemerintah maksimal Rp 95 juta sebelum pajak.

"Kita memang rencananya harga di bawah Rp 100 juta," ujar Presdir PT Toyota-Astra Motor Johnny Darmawan seperti dikutip dari Harian Detik edisi Kamis (4/7/2013) sore.


Ia mengatakan bahwa mobil murah Toyota yakni Agya disasar bagi mereka yang ingin berganti moda transportasi. "Ini kan untuk orang-orang yang tadinya pakai sepeda motor," ujarnya.


Hal senada diungkapkan Presdir PT Astra Daihatsu Motor Sudirman MR. "Kita siap dengan harga di bawah Rp 100 juta. Tidak ada masalah," ujarnya.


Sebelumnya Kementerian Perindustrian telah mengeluarkan petunjuk teknis (juknis) atau Surat Keputusan (SK) soal Peraturan Presiden mengenai Low Cost and Green Car (LCGC) atau mobil murah dan ramah lingkungan. Dari juknis itu ada ketentuan soal harga patokan mobil maksimal Rp 95 juta per unit.


Menperin MS Hidayat menuturkan dalam juknis Menperin disebutkan harga Off the Road mobil LCGC belum termasuk Biaya Balik Nama, Pajak Kendaraan Bermotor, dan Pajak Daerah lainnya), termasuk penyematan fasilitas keamanan dan transmisi otomatis.


"Itu belum termasuk toleransi untuk penambahan teknologi transmisi otomatis 15% + toleransi untuk penambahahan fitur safety 10% air bag, Antilock Brake System dan lain-lain," katanya.


Mantan Ketua Kadin ini menjelaskan soal toleransi dari harga yang telah dipatok, antara lain karena faktor ekonomi makro seperti inflasi dan kurs tukar mata uang juga menjadi pertimbangan ke depannya.


"Saat ini SK sedang didaftarkan di Kemenhukham," katanya.


Hidayat menegaskan program Low Cost and Green Car ini tidak semata-mata membuat mobil dengan harga murah, tetapi lebih kearah membangun struktur industri komponen otomotif dan meningkatkan kemandirian nasional di teknologi otomotif, terutama teknologi engine, transmisi dan axle (power train). Juga kualitas dan safety produk tetap dipertahankan.



readmore »»  

Kencan di Alam Liar dengan Mobilnya Victoria Beckham

Sukabumi - Begitu muncul, Range Rover Evoque sempat diragukan kemampuannya sebagai mobil berpenggerak AWD. Range Rover Evoque lebih memiliki citra mobil SUV perkotaan dan melirik wanita sebagai calon pengemudinya.

Citra mobil perkotaan semakin kuat ketika melihat siapa orang di balik desain interior Range Rover Evoque.


Ya, siapa lagi kalau bukan istri pesepakbola internasional David Beckham. Setidaknya Victoria Beckham memperkuat sisi feminin kendaraan tersebut dimana dianggap sebagai mobil mengesankan yang cuma di lintasan aspal, tapi tidak di alam liar.


Nah, Land Rover yang sensitif akan citra tersebut mencoba membuktikan dengan mengajak jurnalis otomotif nasional untuk menguji performa Range Rover Evoque bensin di lintasan offroad di Cikadang Golf & Country Club Sukabumi, Jawa Barat.


Lintasan basah, kering, dan lumpur yang tersedia tentunya untuk membuktikan kehandalan mobil Range Rover Evoque. Bagaimana kehandalan Range Rover Evoque di habitat alaminya, yuk kita kupas!



readmore »»  

Kencan di Alam Liar dengan Mobilnya Victoria Beckham

Sukabumi - Begitu muncul, Range Rover Evoque sempat diragukan kemampuannya sebagai mobil berpenggerak AWD. Range Rover Evoque lebih memiliki citra mobil SUV perkotaan dan melirik wanita sebagai calon pengemudinya.

Citra mobil perkotaan semakin kuat ketika melihat siapa orang di balik desain interior Range Rover Evoque.


Ya, siapa lagi kalau bukan istri pesepakbola internasional David Beckham. Setidaknya Victoria Beckham memperkuat sisi feminin kendaraan tersebut dimana dianggap sebagai mobil mengesankan yang cuma di lintasan aspal, tapi tidak di alam liar.


Nah, Land Rover yang sensitif akan citra tersebut mencoba membuktikan dengan mengajak jurnalis otomotif nasional untuk menguji performa Range Rover Evoque bensin di lintasan offroad di Cikadang Golf & Country Club Sukabumi, Jawa Barat.


Lintasan basah, kering, dan lumpur yang tersedia tentunya untuk membuktikan kehandalan mobil Range Rover Evoque. Bagaimana kehandalan Range Rover Evoque di habitat alaminya, yuk kita kupas!



readmore »»  

Toyota Belum Berani Pasang Harga Mobil Murahnya

Jakarta - Toyota belum bisa memutuskan berapa kisaran harga mobil terjangkau dan ramah lingkungan (Low Cost and Green Car) Agya. Padahal pemerintah sudah meminta pabrikan memberikan harga maksimal Rp 95 juta off the road.

"Toyota belum bisa memutuskan selama kita belum mendapatkan sosialisasi dokumen petunjuk teknis soal LCGC," ujar PR Manager PT Toyota-Astra Motor Rouli H Sijabat, Kamis (4/7/2013).


Rouli menuturkan petunjuk teknis itu diperlukan produsen mobil agar jelas, apakah mobil murah itu harus betul-betul diproduksi di Indonesia, berapa kandungan komponen lokalnya dan aspek lain seperti apakah bisa komponen diimpor dari luar negeri.


"Itu yang penting justru, misalkan kandungan lokal, selama dokumen belum tersosialisasi ke APM (Agen Pemegang Merek), kita belum bisa memutuskan harga," ujarnya.


Meski belum memutuskan harganya, Toyota sebenarnya sudah siap meluncurkan mobil murah. Presdir PT Toyota-Astra Motor Johnny Darmawan menuturkan, jika Toyota harus merilis Agya di bulan Agustus, mereka sudah siap.


Sebelumnya, Kementerian Perindustrian telah mengeluarkan petunjuk teknis (juknis) atau Surat Keputusan (SK) soal Peraturan Presiden mengenai Low Cost and Green Car (LCGC) atau mobil murah dan ramah lingkungan. Dari juknis itu ada ketentuan soal harga patokan mobil maksimal Rp 95 juta per unit.


Hidayat menuturkan dalam juknis Menperin disebutkan harga Off the Road mobil LCGC belum termasuk Biaya Balik Nama, Pajak Kendaraan Bermotor, dan Pajak Daerah lainnya), termasuk penyematan fasilitas keamanan dan transmisi otomatis.


"Itu belum termasuk toleransi untuk penambahan teknologi transmisi otomatis 15% + toleransi untuk penambahahan fitur safety 10% air bag, Antilock Brake System dan lain-lain," katanya.


Mantan Ketua Kadin ini menjelaskan soal toleransi dari harga yang telah dipatok, antara lain karena faktor ekonomi makro seperti inflasi dan kurs tukar mata uang juga menjadi pertimbangan ke depannya.


"Saat ini SK sedang didaftarkan di Kemenhukham," katanya.


Hidayat menegaskan program Low Cost and Green Car ini tidak semata-mata membuat mobil dengan harga murah, tetapi lebih ke arah membangun struktur industri komponen otomotif dan meningkatkan kemandirian nasional di teknologi otomotif, terutama teknologi engine, transmisi dan axle (power train). Juga kualitas dan safety produk tetap dipertahankan.



readmore »»