3 Tips dari Polisi Agar Tak Tertipu Beli Helm SNI Palsu

Jakarta - Maraknya helm dengan embel-embel Standar Nasional Indonesia (SNI) palsu kembali terjadi. Nah buat Otolovers semua yang berniat membeli helm agar tidak tertipu maka tidak ada salahnya simak tips dari pihak kepolisian.

Kasubdit Penegakan Hukum (Gakum) Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Hindarsono mengatakan masyarakat harus memperhatikan hal ini sebelum membeli helm.



readmore »»  

Dirugikan Beli Helm SNI Palsu? Lapor Saja ke Polisi

Jakarta - Maraknya peredaran helm Standar Nasional Indonesia (SNI) abal-abal semakin membuat resah masyarakat. Jika masyarakat merasa dirugikan karena membeli helm SNI palsu maka silakan melapor kepada pihak kepolisian.

Hal itu ditegaskan langsung oleh Kasubdit Penegakan Hukum (Gakum) Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Hindarsono saat dihubungi detikOto.


"Apabila Anda membeli helm SNI palsu dan Anda merasa dirugikan maka tolong sampaikan kepada pihak kepolisian," ujarnya.


Dijelaskannya, maksud merasa ditugikan itu jika masyarakat membeli helm SNI palsu dengan harga yang sama seperti helm SNI asli.


"Jika harganya mahal tapi ternyata SNI palsu itu bisa Anda laporkan kepada kepolisian dan kami akan segera menindaknya," katanya.


Di lapangan, masih banyak ditemukan selain menjual harganya yang murah meriah juga pasti ada yang menjual helm SNI palsu dengan harga yang sebanding atau sama seperti helm SNI asli.


"Pelaku seperti itu pasti ada dan jangan sungkan-sungkan untuk melapor kepada pihak kepolisian. Anda jangan sampai tertipu, harganya mahal kok palsu," tuntasnya.



readmore »»  

Melirik Sejarah Panjang VW Golf

Wolfsburg - Salah satu mobil populer milik Volkswagen kini telah menjadi salah satu mobil paling populer di dunia. Sejak diperkenalkan di 1974 silam, sudah 30 juta VW Golf yang sudah diproduksi.

Dengan produksi ke-30 juta yang berlangsung di Wolfsburg, Jerman, VW Golf pun menjadi salah satu mobil Eropa tersukses sepanjang sejarah. Mobil ini juga baru saja didaulat sebagai 'Car of the Year 2013'.


Dimulai dari tahun 1974, VW Golf kini telah memiliki 7 generasi. Dengan statistik itu, maka rata-rata lebih dari 2.000 orang membeli VW Golf setiap hari selama 39 tahun terakhir ini.


Mobil ke-30 juta VW Golf adalah Golf TDI BlueMotion yang merupakan mobil VW Golf teririt sepanjang masa berkat tingkat efisiensi 37,5 km/jam.


"Sejarah Golf adalah juga sejarah perkembangan otomotif. Dengan teknologi seperti front-wheel drive di Golf pertama, debut dari TDI di Golf ketiga, ESC (Electronic Stability Control) dan dual clutch gearbox di Golf keempat dan Automatic Post-Collision Braking System di generasi baru, mobil ini terus mendemonstrasikan kemajuan," kata CEO VW Martin Winterkorn.


"Keamanan, kenyamanan dan mengemudi yang menenyangkan bisa didapat optimal tanpa perlu bertanya tentang harga, terima kasih pada Golf. Ini adalah produk best seller kami selama sejarah nama Volkswagen," lugasnya.


The Sun mencatat Golf adalah satu-satunya hatchback mainstream yang membuat pemilik mobil BMW dan Audi tidak memandang sebelah mata dengan mobil ini.


Berikut perjalanan panjang 7 generasi VW golf.



readmore »»  

'Beli Helm Murah Hanya untuk Boncengan'

Jakarta - Peraturan yang mengharuskan menggunakan helm ganda saat berboncengan di sepeda motor ternyata menjadi alasan utama masyarakat terutama di kalangan menengah ke bawah membeli helm murah.

Mereka bahkan berani mengesampingkan keselamatan karena perlu diingat jangan tergiur dengan harga helm yang murah. Helm murah belum tentu memiliki standar yang mumpuni.


Seperti pantauan detikOto di beberapa penjual helm di kawasan Jakarta Pusat. Ada beberapa konsumen yang membeli helm murah dan mereka mengaku helm itu untuk digunakan ketika berboncengan.


"Saya beli karena hanya untuk boncengan saja, daripada ditilang polisi mas," kata Gilang salah satu pembeli helm di kaki lima kepada detikOto, Senin (17/6/2013).


Hal senada juga diungkapkan oleh Rudi salah seorang pembeli helm dengan harga miring. Menurutnya bukan mengindahkan kualitas serta keselamatan menggunakan helm saat mengendarai motor tapi karena helm itu digunakan pada saat-saat tertentu saja.


"Jujur saja saya membeli karena harganya murah dan juga helm ini dipakai kalau saya antar dan jemput istri pulang kerja. Toh label SNI-nya juga tetap ada tapi kalau masalah asli atau tidaknya saya kurang tahu," bebernya.


Selain itu, pedagang helm juga mengatakan kalau pembeli membeli helm dengan harga murah ini untuk digunakan saat berboncengan saja.


"Kalau saya lihat sih kebanyakan untuk orang satu laginya bukan untuk pengendaranya. Ada juga yang beli melihat ada razia oleh polisi di depan dan orang itu berhenti membeli helm murah itu, kata pedagang helm kaki lima di kawasan Senen, Jakarta Pusat yang enggan disebutkan identitasnya ini.



readmore »»  

Sudah Mirip VCD Bajakan, Helm SNI Palsu Sulit Diberantas

Jakarta - Ada jutaan helm yang beredar di pasar dalam negeri. Dari angka itu banyak yang merupakan 'helm bajakan'. Helm bajakan ini sulit diberantas karena sudah seperti VCD dan DVD bajakan.

"Pemerintah paling tidak setahun 3 kali razia. Tapi ya, helm bajakan itu seperti VCD bajakan. Waktu dirazia tidak ada, tapi kalau razia tidak ada, mereka ada dimana-mana," keluh Sekjen Asosiasi Industri Helm Indonesia (AIHI) Johanes Cokrodiharjo kepada detikOto.


Johanes sendiri memaparkan kalau total produksi helm yang dibukukan anggota-anggota AIHI di 2012 lalu mencapai 14,5 juta helm atau naik sekitar 5 persen dari tahun sebelumnya. Namun yang beredar di pasaran diakuinya jauh lebih besar dari angka itu.


Dia lalu menjelaskan sulitnya memberantas helm yang tidak sesuai standar ini salah satunya adalah minimnya kordinasi antar lembaga di Indonesia.


"Ini sudah jadi bahan pembicaraan lama. Begini, kita lapor ke (Kementerian) Perindustrian, tapi kata mereka itu urusan (Kementerian) Perdagangan. Lalu kita ke Perdagangan, terus dilempar lagi ke Perindustrian. Ya, itu kan masalah klasik di Indonesia, masalah kordinasi," lugasnya.


Padahal kekompakan baik di pemerintahan maupun di antara produsen serta kerja sama produsen-pemerintah dianggap Johanes adalah sesuatu yang penting.


"Karena kita harus sadar geografis kita itu sulit. Ada banyak sekali pulau di negara ini, kalau jalan sendiri-sendiri akan sulit untuk menjangkau semua. Jadi memang harus kerja sama," ujarnya.



readmore »»  

Helm SNI Asli Juga Ada yang Harganya Murah

Jakarta - Ternyata tak semua harga helm yang murah itu memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) palsu. Ada juga pedagang helm yang menjual helm-helm SNI asli dengan harga yang terjangkau. Lho ko bisa ya?

"Tidak semua helm harganya murah itu SNI-nya palsu mas. Buktinya kami di sini jual Rp 80 ribuan, SNI-nya bisa terjamin keasliannya. Logonya saja diembos," kata Reni salah seorang pedagang helm di kawasan Gunung Sahari saat ditemui detikOto, Senin (17/6/2013).


Lalu kok SNI asli itu bisa dijual dengan harga murah? Reni mengatakan kalau ini dijual karena menghabiskan stok yang dulu-dulu atau kurang laku karena harganya terlalu mahal menurut konsumen.


"Ini stok-stok barang yang beberapa bulan lalu. Karena harganya mungkin kemahalan jadi kami diskon," ujarnya.


Tapi biasanya, helm SNI yang asli yang dijual dengan harga Rp 80 ribuan ini merupakan helm dengan merek yang kurang dikenal banyak oleh masyarakat.


"Meski mereknya biasa-biasa saja tapi kan SNI-nya asli. Jadi lebih aman dibanding helm yang SNI-nya palsu. Kami disini tidak jual helm dengan SNI palsu," pungkasnya dengan yakin.



readmore »»  

Ini Trik Curang Produsen Helm Nakal

Jakarta - Banyaknya helm dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) ternyata tidak selamanya membuat produsen membuat helm yang aman. Ada saja produsen nakal yang menurunkan spek dari yang seharusnya. Dan inilah trik yang biasa mereka lakukan.

Sekjen Asosiasi Industri Helm Indonesia (AIHI) Johanes Cokrodiharjo memaparkan kalau helm dengan SNI bajakan cukup mudah ditemui di toko yang bertebaran di seluruh Indonesia.


Tapi menurutnya, kata yang lebih tepat bukan bajakan, tapi tidak sesuai spesifikasi. "Masih banyak yang nakal. Misalnya saja waktu kirim ke lab untuk dites SNI mereka kirim helm dengan spek A, tapi pas dijual spek C," katanya kepada detikOto.


Kecurangan itu menurutnya dilakukan para produsen nakal tersebut untuk mereduksi ongkos produksi dan meningkatkan margin laba mereka.


Padahal standar keamanan yang sudah ditetapkan pemerintah melalui SNI menurutnya sudah bagus dan mampu mengurangi resiko cedera kepala pada kecelakaan.


"Kalau kita di AIHI selalu menghimbau anggota untuk jujur dan tidak menurunkan spek. Karena kami menganggap industri ini harus dijaga bersama-sama. Namun, merek yang beredar diluar kan banyak sekali dan banyak juga yang tidak masuk AIHI," jelasnya.


Johanes sendiri memaparkan kalau total produksi helm yang dibukukan anggota-anggota AIHI di 2012 lalu mencapai 14,5 juta helm atau naik sekitar 5 persen dari tahun sebelumnya.



readmore »»