731 Km Bersama Mazda Biante

Jakarta - Produsen mobil Mazda belum lama ini memperkenalkan senjata andalan mereka di Indonesia, Mazda Biante berteknologi SKYACTIV. Mobil ini diklaim memiliki sejumlah keunggulan dibanding lawan-lawannya. Biante berteknologi SKYACTIV ini seolah sudah melewati lorong waktu, karena seperti mobil masa depan yang hadir di masa kini.

Mazda memaparkan kalau Multi Purpose Vehicle (MPV) jagoan mereka ini didesain khusus dimana mesin, sasis dan body potensinya dimaksimalkan.


Di jantungnya, ada mesin SKYACTIV-G 2.0L dimana mesin ini dirancang dengan konfigurasi 4 cylinder inline, DOHC, 16 katup, dan memiliki rasio kompresi tinggi dengan perbandingan 12.0:1. Dengan begitu, Mazda mengklaim kalau SKYACTIV-G 2.0L dapat menghasilkan kinerja berkendara yang memuaskan, irit bahan bakar, dan emisi kendaraan yang terkontrol.


Namun, bagaimana kemampuan mobil ini sebenarnya? Simak kencan 731 km detikOto bersama Biante.



readmore »»  

Mobil Murah Pakai Premium, Ini Kata Pabrikan Mobil

Jakarta - Mobil murah sudah mulai berkeliaran di jalanan. Namun tidak seperti harapan atau anjuran pemerintah sebelumnya, mobil murah justru menggunakan BBM subsidi premium.

Setidaknya ada dua kali penampakan mobil murah yang minum premium. Salah satu pembaca detikOto, Jimmy bercerita, mobil merek Daihatsu Ayla ini mengisi premium di bilangan Margonda, Depok.


"Foto itu diambil sekitar 3 hari yang lalu di Margonda. Sekitar pukul 20.00 WIB," tutur Jimmy Senin lalu.


Sementara, pembaca lainnya Yudha juga berhasil mengambil foto mobil murah yang ikut minum premium.


"Minggu 13 Oktober 2013, beberapa unit Daihatsu Ayla dengan gagahnya minum bensin bersubsidi (premium) di sebuah SPBU di Jl Padjajaran, Bogor," kata Yudha.


"Ternyata mobil murah yang katanya akan rusak mesinnya dan hilang garansinya bila memakai bensin dengan oktan rendah tersebut berasal dari sebuah showroom Daihatsu yang berlokasi di seberang SPBU tersebut Bagaimana ini? Siapa yang berbohong?," ujarnya.


detikOto pun langsung mengonfirmasi hal ini kepada Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor Amelia Tjandra. Dia pun cukup kaget ketika melihat fotonya. Hal ini harusnya tidak terjadi.


"Ya nanti kita akan cek ke dilernya. Harusnya tidak seperti itu," ujarnya.


Memang, jika mobil sudah di tangan konsumen agak susah untuk meminta mereka mengisi BBM sesuai spesifikasi kendaraannnya.


Menteri Perindustrian MS Hidayat menjelaskan spesifikasi bahan bakar untuk mesin mobil murah ramah ini minimal harus menggunakan pertamax atau RON 92. Bila memaksa pakai bensin premium, dalam 2 tahun mesinnya rusak.


"Kami sudah diskusikan, RON 92 itu ekuivalen dengan Pertamax. Jadi nggak bisa gunakan di bawah Pertamax. Kalau orang itu memaksakan diri, 2 tahun juga mesinnya rusak dan produsen nggak mau beri garansi," tegas Hidayat.


Hal itu juga dipastikan oleh Domestic Marketing Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Rio Sanggau. Dia menjelaskan kalau pihaknya telah mengedukasi konsumen, terutama konsumen Daihatsu Ayla untuk menggunakan bahan bakar Ron 92 sekelas Pertamax.


"Kita sudah memberi-tahu konsumen seperti itu. Di buku panduan juga telah ada penjelasan kalau Ayla ini bakal jauh lebih baik kalau menggunakan bensin sekelas Pertamax. Kami tidak menganjurkan konsumen pakai Premium," jelasnya.


"Tapi, karena tidak ada yang bisa mengontrol semua mobil harus pakai Premium atau Pertamax cukup sulit juga. Tapi, kalau di kemudian hari ada masalah dengan mesin dan kalau kita teliti dan terbukti itu terjadi karena bahan bakar, garansi tidak berlaku," kata Rio.


Dia menuturkan saat ini pabrikan belum bisa memasang alat pengontrol penggunaan BBM subsidi atau RFID.


Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Sudirman MR menuturkan kalau secara peraturan memang pengguna Ayla diharuskan untuk menggunakan RON 92. Tapi semua itu tergantung dari konsumennya itu sendiri.


"Itu sendiri tergantung konsumennya, kami menganjurkan kalau harus menggunakan BBM RON 92, kalau pakai BBM subsidi daya tahan mesinnya akan berkurang karena setingannya sudah disesuaikan dengan RON 92," ujarnya.



readmore »»  

Daihatsu Senang Mobil Murahnya Laris Manis

Jakarta - Meski banyak diprotes, kemunculan perdana mobil murah Ayla cukup diterima pasar Indonesia. Mobil ini menjadi salah satu mobil terlaris Daihatsu.

Selama bulan September 2013, Ayla telah terjual sebanyak 4.377 unit. Angka itu hampir sejajar dengan penjualan Xenia yang mencapai 5.000 unit.


"Kami bersyukur animo masyarakat terhadap Ayla sangat positif yang tercermin pada capaian angka penjualan," ujar Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor Amelia Tjandra.


"September 2013 menjadi bulan yang istimewa bagi kami. Kemunculan Ayla sebagai sahabat baru keluarga telah memberikan alternatif pilihan bagi sahabat Daihatsu," ujarnya.


Daihatsu menjual beberapa tipe mobil murah yakni:



  • Ayla D MT Rp 76.500.000

  • Ayla D MT plus Rp 85.900.000

  • Ayla M MT Rp 90.950.000

  • Ayla M AT Rp 99.950.000

  • Ayla X MT Rp 97.950.000

  • Ayla X AT Rp 107.000.000



readmore »»  

Daihatsu Senang Mobil Murahnya Laris Manis

Jakarta - Meski banyak diprotes, kemunculan perdana mobil murah Ayla cukup diterima pasar Indonesia. Mobil ini menjadi salah satu mobil terlaris Daihatsu.

Selama bulan September 2013, Ayla telah terjual sebanyak 4.377 unit. Angka itu hampir sejajar dengan penjualan Xenia yang mencapai 5.000 unit.


"Kami bersyukur animo masyarakat terhadap Ayla sangat positif yang tercermin pada capaian angka penjualan," ujar Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor Amelia Tjandra.


"September 2013 menjadi bulan yang istimewa bagi kami. Kemunculan Ayla sebagai sahabat baru keluarga telah memberikan alternatif pilihan bagi sahabat Daihatsu," ujarnya.


Daihatsu menjual beberapa tipe mobil murah yakni:



  • Ayla D MT Rp 76.500.000

  • Ayla D MT plus Rp 85.900.000

  • Ayla M MT Rp 90.950.000

  • Ayla M AT Rp 99.950.000

  • Ayla X MT Rp 97.950.000

  • Ayla X AT Rp 107.000.000



readmore »»  

Aduh, Mobil Murah Ini 'Cuek' Minum Premium

dok. istimewa (Jimmy)


Jakarta - Upaya pemerintah yang cuap-cuap melarang mobil murah (Low Cost Green Car/LCGC) menggunakan bensin subsidi jenis premium tak ampuh. Tetap saja pengguna mobil baru ini cuek mengisi bahan bakarnya dengan premium. Duh!

Penampakan mobil murah minum premium ini terlihat dalam foto yang dikirim oleh Jimmy, Senin (14/10/2013). Salah satu pembaca detikOto ini bercerita, mobil merek Daihatsu Ayla ini mengisi premium di bilangan Margonda, Depok.


"Foto itu diambil sekitar 3 hari yang lalu di Margonda. Sekitar pukul 20.00 WIB," tutur Jimmy.


Padahal, Menteri Perindustrian MS Hidayat menjelaskan spesifikasi bahan bakar untuk mesin mobil murah ramah ini minimal harus menggunakan pertamax atau RON 92. Bila memaksa pakai bensin premium, dalam 2 tahun mesinnya rusak.


"Kami sudah diskusikan, RON 92 itu ekuivalen dengan Pertamax. Jadi nggak bisa gunakan di bawah Pertamax. Kalau orang itu memaksakan diri, 2 tahun juga mesinnya rusak dan produsen nggak mau beri garansi," tegas Hidayat.


Sementara, pembaca lainnya Yudha juga berhasil mengambil foto mobil murah yang ikut minum premium.


"Minggu 13 Oktober 2013, beberapa unit Daihatsu Ayla dengan gagahnya minum bensin bersubsidi (premium) di sebuah SPBU di Jl Padjajaran, Bogor," kata Yudha.



readmore »»  

Beli Mobil Murah, Isi Bensinnya Sekelas Pertamax!

Jakarta - Program mobil murah ramah lingkungan (low cost green car /LCGC) yang telah dimulai pemerintah mulai menunjukkan hasil. Jalanan DKI Jakarta terutama, mulai diwarnai berbagai bentuk mobil murah.

Namun ingat ya, spesifikasi bahan bakar untuk mesin mobil murah ramah ini minimal harus menggunakan pertamax atau RON 92. Bila memaksa pakai bensin premium, dalam 2 tahun mesinnya rusak.


"Kami sudah diskusikan, RON 92 itu ekuivalen dengan Pertamax. Jadi nggak bisa gunakan di bawah Pertamax. Kalau orang itu memaksakan diri, 2 tahun juga mesinnya rusak dan produsen nggak mau beri garansi," tegas Menteri Perindustrian MS Hidayat, Senin (14/10/2013).


Tetapi hingga saat ini, pemerintah belum menerbitkan aturan pelarangan penggunaan bahan bakar premium untuk mobil murah. Padahal mobil murah sudah diproduksi bahkan dijual ke masyarakat umum.


"Mesti dipikirkan cara lain agar mereka tidak menggunakan bahan bakar subsidi, dari awal sudah satukan pemikiran untuk tidak gunakan bahan bakar subsidi. Dengan Menko (Hatta Rajasa) sudah bicara, sedemikian rupa harus dibuat agar pelaksanaannya bisa berjalan dan terjadi dispute. Konsekuensi pemakai LCGC kalau pakai premium mobilnya cepat rusak," jelasnya.


Buat Otolovers yang kendarai mobil murah, jangan gunakan BBM bersubsidi ya.



readmore »»  

Wuzz.. Mobil Murah Mulai Melesat di Jalanan DKI Jakarta

Jakarta - Program mobil murah ramah lingkungan (low cost green car /LCGC) yang telah dimulai pemerintah mulai menunjukkan hasil. Jalanan DKI Jakarta terutama, mulai diwarnai berbagai bentuk mobil murah.

Pantauan detikOto, Minggu (14/10/2013) setidaknya menemukan 4 sampai 5 mobil setiap 10 Km di berbagai bilangan DKI Jakarta.


Mobil murah dengan berbagai jenis merek dan tipe juga menghiasi tol JORR. Beberapa yang ditemui, lebih banyak mobil keluaran Daihatshu jenis Ayla.


Daihatsu Ayla sendiri memiliki beberapa tipe yang dilepas harga kisaran Rp 70 juta hingga Rp 100 juta dengan dua model transmisi, matic dan manual serta mengusung mesin 3 silinder 1.000 cc.


"Saat ini sudah cukup banyak kok yang rela inden. Kalau yang sudah banyak dijalanan itu baru keluar akhir bulan lalu dan di awal bulan ini memang," ungkap Budi, Marketing dari Daihatsu Ayla.


Kebijakan mobil murah atau Low Cost and Green Car (LCGC) banyak mengundang pro dan kontra dari berbagai kalangan baik pemerintah maupun masyarakat. Namun terlepas dari pro kontra tersebut, ada sisi negatif dan positif terhadap kehadiran mobil murah.


Menurut Peneliti Transportasi Jalan Badan Litbang Perhubungan Nunuj Nurdjanah, pihak-pihak yang setuju mobil murah menyatakan siapapun tidak bisa melarang masyarakat untuk membeli mobil yang murah, irit dan ramah lingkungan, karena ini program pemerintah dan payung hukumnya jelas.


Sementara itu pihak yang tidak setuju, menyatakan mobil murah akan menambah kemacetan karena populasi mobil yang beroperasi di jalan akan semakin bertambah, sementara jalan dan lahan parkir terbatas jumlahnya.


"Terlepas dari pro dan kontra dari berbagai pihak mengenai program mobil LCGC, kita perlu melihatnya dari dua sisi yang mungkin timbul yaitu dampak positif dan negatifnya," kata Nunuj Nurdjanah.


Bagaimana menurut anda? Siapkah dihadapkan dengan ramainya jenis mobil murah?



readmore »»